31 Januari 2010

100 Besar Ranking Atlit INA per 28 Januari

Tunggal Putra
4 Taufik Hidayat
11 Sony Dwi Kuncoro
12 Simon Santoso
28 Dionyisius Hayom Rumbaka
41 Andre Kurniawan Toedjono
89 Tommy Sugiarto

Tunggal Putri
22 Adrianti Firdasari
27 Maria Febe Kusumastuti
43 Fransiska Ratnasari
53 Maria Kristin Yulianti
87 Lindaweni Fanetri

Ganda Putra
3 Markis Kido/Hendra Setiawan
6 Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan
16 Bona Septano/Muhammad Ahsan
17 Yonatan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan
33 Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi
44 Wifqi Windarto/Afiat Yuris Wirawan
86 Joko Riyadi/Chandra Wijaya
96 Flandy Limpele/Halim Haryanto Ho (USA)
100 Chandra Wijaya/Rendra Wijaya

Ganda Putri
9 Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari
10 Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari
27 Anneke Feinya Agustin/Annisa Wahyuni
61 Vita Marissa/Nadya Melati
64 Vita Marissa/Mona Santoso
66 Pia Zebadiah Bernadeth/Debby Susanto
74 Komala Dewi/Nurvita Kesha Hanadia
85 Nadya Melati/Devi Tika Permatasari

Ganda Campuran
2 Nova Widianto/Liliyana Natsir
6 Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa
13 Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita
17 Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadeth
36 Tantowi Ahmad/Puspita Richi Dili
39 Flandy Limpele/Wen Hsing Cheng (TPE)
40 Flandy Limpele/Anastasia Russkikh (RUS)
45 Muhammad Rijal/Debby Susanto
98 Flandy Limpele/Vita Marissa

Yonex Sunrise Kejuaraan Nasional Bulu Tangkis 2009 : Maria Kristin Juara

SURABAYA, Kompas.com – Pebulu tangkis Pelatnas Cipayung Maria Kristin Yulianti, merebut gelar juara tunggal putri Yonex Sunrise Kejuaraan Nasional Bulu Tangkis 2009. Pada partai final di GOR Sudirman Surabaya, Sabtu (30/1/10) malam, Maria Kristin mengalahkan Maria Febe Kusumastuti.

Duel dua Maria ini merupakan “perang” antarsesama pemain Jawa Tengah. Maria Kristin, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 itu harus berjuang tiga set untuk mengalahkan Maria yang merupakan unggulan kedua, dengan 21-17, 17-21, 23-21.

Maria Kristin nyaris kalah ketika pada set penentuan sempat tertinggal 20-21. Namun, ketenangan dan mental juara yang lebih baik, membuat dia mampu membalikkan keadaan.

Dua kesalahan sendiri yang dilakukan Maria Febe, membawa Maria Kristin berbalik memimpin 22-21, dan kemudian diakhiri smes silang untuk menyudahi permainan dengan 23-21.

“Dia main cukup bagus dan ngotot, tapi saya berusaha sabar untuk mengimbangi permainannya,” kata Maria Kristin usai pertandingan.

Sementara itu di nomor ganda campuran, pasangan Pelatnas Tantowi Ahmad/Greysia (Jateng/DKI) sukses menjadi jawara setelah menang straight set 21-11, 21-19 atas Muhammad Rijal/Debby Susanto (Jateng).

Sedangkan juara Olimpiade 2008 Markis Kido/Hendra Setiawan asal DKI Jakarta memenangi nomor ganda putra, setelah mengalahkan unggulan kedua Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki (Jateng) dengan skor 21-9, 21-13.

24 Januari 2010

Tim Bulutangkis RI di kualifikasi TUC 2010 telah terbentuk

Tim bulutangkis putra dan putri yang akan diturunkan pada babak kualifikasi zona Asia Piala Thomas-Uber di Nakornratchasima Thailand 22-28 Februari 2010 terbentuk.

Ketua Binpres PB PBSI Lius Pongoh di Jakarta Jumat mengatakan, jumlah pemain yang telah didaftarkan ke Konfederasi Bulutangkis Asia (BAC) sebanyak 20 pemain.

"Pemain yang didaftarkan hari ini hanya untuk kualifikasi saja. Jika lolos ke babak selanjutnya akan dilakukan lagi pendaftaran pemain," katanya.

Menurut dia, pemain yang masuk dalam Tim Thomas-Uber merupakan pemain-pemain terbaik baik yang saat ini masuk pelatnas maupun di luar pelatnas.

Pemain yang di luar pelatnas diantaranya pemain tunggal putra Taufik Hidayat serta pemain spesialis ganda Alvent Yulianto.

Taufik Hidayat saat ini menduduki peringkat empat dunia sedangkan Alvent Yulianto yang saat itu berpasangan Hendra Aprida Gunawan berada pada peringkat enam dunia.

Selain itu Tim Thomas juga diperkuat oleh juara Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan. Pasangan ini diharapkan mampu meloloskan tim pada babak final yang akan digelar di Malaysia 9-16 Mei mendatang.

Untuk Tim Uber selain diperkuat oleh pemain-pemain pelatnas juga diperkuat oleh pemain non pelatnas yaitu Maria Febe Kusumastuti.

PB PBSI berharap Tim Thomas dan Uber 2010 mampu memberikan hasil terbaik dan mampu membawa kembali Piala Thomas dan Uber.

Berikut Tim Thomas dan Uber Indonesia 2010 :

Tim Thomas

1. Taufik Hidayat

2. Sony Dwi Kuncoro

3. Simon Santoso

4. Tommy Sugiarto

5. Markis Kido

6. Hendra Setiawan

7. Rian Sukmawan

8. Yonathan Suryatama

9. Moh. Ahsan

10. Alvent Yulianto



Tim Uber

1. Adriyanti Fridasari

2. Maria Febe

3. Maria Kristin

4. Aprilia Yuswandari

5. Greysia Polii

6. Nitya Krishinda

7. Shendy Puspa

8. Meiliana Jauhari

9. Lilyana

10. Anneke Feinya.(*)

Malaysia Terbuka Super Series Alvent/Hendra AG ke Semifinal, Chong Wei Susah Payah

Ganda putra Indonesia Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan menguak asa untuk meraih gelar di turnamen bulu tangkis Malaysia Terbuka Super Series. Mantan pasangan Pelatnas Cipayung yang menjadi unggulan keempat turnamen ini maju ke semifinal, setelah mengalahkan pasangan Amerika Serikat Howard Bach/Tony Gunawan, Jumat (22/1/10), di Putra Stadium, Bukit Jalil Sport Complek, Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pertandingan tersebut, Alvent/Hendra AG hanya perlu waktu 23 menit untuk menang dua set langsung 21-15, 21-18. Sabtu (23/1/10), satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke semifinal ini akan menghadapi pasangan China Guo Zhendong/Xu Chen, setelah unggulan keenam tersebut menaklukkan pemain Jepang Kenichi Hayakawa/Kenta Kazuni dengan 21-17, 23-21.

Di awal pertandingan, Alvent/Hendra AG sempat tertinggal 2-5 dari Bach/Tony yang pernah menjadi juara dunia 2005. Tetapi, mereka mampu bangkit untuk mengejar dan menyamakannya di kedudukan 8-8. Setelah itu, Alvent/Hendra AG langsung melejit dengan meraih lima poin secara beruntun, sebelum menutup set pertama dengan kemenangan 21-15.

Seperti sebelumnya, pada awal set kedua juga terjadi pertarungan yang ketat. Meskipun demikian, Alvent/Hendra AG selalu berada di depan dalam pengumpulan poin sampai kedudukan 8-8. Setelah itu, Alvent/Hendra AG meraup empat poin dan meninggalkan Bach/Tony sampai akhirnya menang 21-18 dan maju ke semifinal.

Chong Wei dipaksa bermain tiga set

Di sektor tunggal putra, unggulan pertama Lee Chong Wei harus bersusah payah untuk mendapatkan tiket ke semifinal, saat melawan unggulan kelima dari China, Chen Jin. Setelah menang dengan cukup mudah 21-14 di set pertama, pemain andalan tuan rumah ini menyerah 16-21 di set kedua.

Pada set penentuan ini, Chong Wei sempat tertinggal jauh 9-13. Tetapi, ketenangan dan kematangan mental seorang juara, plus dukungan publik tuan rumah, membuat Chong Wei mampu bangkit. Dia berhasil meraih enam angka secara beruntun untuk balik memimpin 15-31, sampai akhirnya menang 21-15.

Di semifinal, Chong Wei ditantang pemain andalan Vietnam, Nguyen Tien Minh, yang menang 21-17, 22-20 atas pemain muda Denmark Jan O Jorgensen. Jorgensen ini yang menaklukkan Taufik Hidayat di babak pertama.

Partai semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan keempat Peter Hoeg Gade dengan Boonsak Ponsana. Pemain veteran Denmark ini lolos setelah menang 21-15, 21-13 atas pemain kualifikasi Thailand Tanongsak Saensomboonsuk, dan Boonsak (Thailand), menyingkirkan pemain tuan rumah Chong Wei Feng dengan straight set 21-14, 21-9.

17 Januari 2010

Indonesia Habis, China Pastikan Gelar di Ganda Campuran

JAKARTA, Kompas.com - Wakil Indonesia yang tampil di turnamen bulu tangkis Korea Terbuka Super Series tak mampu menembus babak final. Flandy Limpele yang menjadi pemain terakhir dari Tanah Air yang ambil bagian dalam kejuaraan berhadiah 300.000 dollar AS ini gagal di babak empat besar setelah ditaklukkan ganda campuran China.

Berpasangan dengan pemain Taiwan Cheng Wen Hsing, mantan pemain Pelatnas Cipayung itu menyerah 12-21, 17-21, dari Tao Jiaming/Zhang Yawen dalam duel berdurasi 33 menit di Olympic Fencing Stadium, Sabtu (16/1/10). Di turnamen ini, para pemain Pelatnas tidak ambil bagian, dan hanya dua wakil Indonesia yang ikut yaitu Flandy serta ganda putra Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan, yang sudah kalah di perempat final.

Menghadapi pasangan China yang lebih padu tersebut, Flandy/Cheng nyaris tak memberikan perlawanan yang berarti, terutama di set pertama. Setelah tertinggal 0-5, pasangan gado-gado ini terus terpuruk dan akhirnya menyerah 12-21.

Di set kedua, Flandy/Cheng tampil lebih agresif sehingga mereka sempat memimpin 5-2. Tetapi secara perlahan, Tao/Zhang bisa menyusul dan membalikkan keadaan untuk memimpin 11-7.

Flandy/Cheng sempat mengejar dan menyamakannya saat kedudukan 16-16. Sayang, ini merupakan hasil maksimal perjuangan Flandy/Cheng, karena selepas skor itu mereka hanya bisa menambah satu poin, sebelum pasangan China tersebut menang 21-17.

China hanya gagal di tunggal putra

Pada semifinal Korea Terbuka ini, China hanya gagal meloloskan wakilnya di nomor tunggal putra. Dua pemain andalannya, Chen Jin dan Chen Long, tak mampu melewati adangan lawan-lawan mereka.

Chen Jin yang merupakan unggulan ketiga, menyerah dua set langsung 11-21, 13-21 dari pemain nomor satu dunia dari Malaysia dan merupakan unggulan utama, Lee Chong Wei. Sementara itu, Chen LOng yang menjadi unggulan ketujuh, kalah rubber set 13-21, 21-10, 17-21 dari unggulan kedua asal Denmark, Peter Hoeg Gade.

Dengan hasil tersebut, maka pada nomor tunggal putra terjadi final ideal karena mempertemukan dua unggulan teratas. Partai ini pasti seru, karena Chong Wei dan Peter Gade merupakan musuh bebuyutan.

Sedangkan di nomor ganda campuran, China sudah memastikan diri menyabet gelar juara. Pasalnya, terjadi all-Chinese final setelah unggulan ketiga He Hanbin/Yu Yang bertemu dengan Tao Jiaming/Zhang Yawen.

Di nomor ganda putra, unggulan kelima dari China, Cai Yun/Fu Haifeng, akan bertemu dengan unggulan utama yang menjadi andalan tuan rumah, Lee Yong Dae/Jung Jae Sung. Sementara itu di nomor ganda putri, unggulan utama dari China Cheng Shu/Zhao Yunlei ditantang unggulan kedua dari Jepang Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa.

Untuk nomor tunggal putri, pemain China yang menjadi unggulan keenam Wang Shixian, menghadapi pemain tuan rumah Sung Ji Hyun.

15 Januari 2010

Daftar Anggota BASE (Update 15 Januari 2010 at 18.00)

Daftar Anggota Badminton Selalu (BASE) yang sudah terdaftar :

1. Elvi Puspasari Dewi (BASE#13)
2. Bilqis Khoirul Untsa (BASE#11)
3. Lufiana Mardania (BASE#9)
4. Yulia Rima Munawanti (BASE#12)
5. Natalia Dian Pertiwi (BASE#6)
6. Husna (BASE#14)
7. Yusrina Wardani (BASE#5)
8. Dian Medina Permatasari (BASE#16)
9. Gina Nur Shafarina (BASE#22)
10. Hanifah Iskhia Dilla (BASE#41)
11. Anggie Widyastuti (BASE#25)
12. Cerry Elle Pragita (BASE#17)
13. Yara Aprilia (BASE#8)
14. Dewi Anggriani (BASE#19)
15. Nur Bella Asrindo (BASE#20)
16. Rina Septyaningsih (BASE#28)
17. Kartika Eka Putri (BASE#30)
18. Yolanda Permata Putri Peterson (BASE#29)
19. Wira Dharmayanti (BASE#27)
20. Indrawan Kurnia (BASE#1)
21. Diah Oktaviana (BASE#26)
22. Puput Trisnayanti (BASE#23)
23. Fildzah Adhania (BASE#10)
24. Pradita Mellasari (BASE#24)
25. Cut Lisa Vanisa (BASE#4)
26. Aurelia (BASE#2)
27. Paramitya Hari Kuntari (BASE#21)
28. Skolatiska Monalisa (BASE#15)
29. Anisa Endah Sari (BASE#34)
30. Meilita Vania (BASE#35)
31. Dwi Mahdiani Pratiwi Cemara (BASE#32)
32. Amelia Indah Sari (BASE#18)
33. Yosua Jimmy Agustio (BASE#31)
34. Ema Grafika Rahayu (BASE#33)
35. Astri Handini (BASE#37)
36. Ahadilla Nurais Hartono Putri (BASE#36)
37. Stefanus Bramantyo (BASE#38)
38. Sekar Dwi Ambarwati (BASE#40)
39. Astrid Nurultania (BASE#39)
40. Hanifah Renggani (BASE#3)
41. Dewi Apriliani (BASE#7)
42. Tulus Sabrina (BASE#43)
43. Yunita Dwi Rustina (BASE#46)
44. Nikita Lusitania (BASE#49)
45. Martira Putri (BASE#44)
46. Eko Apriyanto (BASE#42)
47. Erly Supriyanti (BASE#50)
48. Fahmi Agay (BASE#45)
49. Wilna Safira Octriana (BASE#47)
50. Gemat Bambang Dwi Kusman Toro (BASE#48)
51. Farida Anggraeni (BASE#55)
52. Wahyudin (BASE#51)
53. Desta Petut Alisandra (BASE#52)
54. Sonia Agustin (BASE#54)
55. Indri Yuliyanti (BASE#53)
56. Haryo Dwi Yoga (BASE#56)
57. Dedi Susilo (BASE#57)
58. Retno Ficky Amalia (BASE#58)
59. Khairah Bin Tahir (BASE#59)
60. Adinda Putri Ayu Pasha (BASE#60)
61. Meidiiana Yusup (BASE#61)
62. Chevy Finkie (BASE#62)
63. Irene Larasati Dewi (BASE#63)
64. Aldika Viallinata (BASE#64)
65. Pratiwi Diranti (BASE#68)
66. Tri Suciyati (BASE#65)
67. Rachel Sophia (BASE#66)
68. Vidya Ivana (BASE#67)
69. Dea Rizka Mareta (BASE#70)
70. Bephi Antami Dinda Putri (BASE#69)
71. Rifka Dhimas Agil Habibie (BASE#74)
72. Anindya Dewi Laksitaningrum (BASE#71)
73. Firly Aulia Alhimnie (BASE#72)
74. Ranindi Reina Yuliani (BASE#73)
75 . Komaria H Pristian (BASE#75)
76. Retno Sarimumpuni (BASE#76)
77. Tuti Damayati(BASE77)
78. Esteryawati (BASE#78)
79 . Diah Puspita Rifasanti (BASE#79)
80. Syafridah Rahmaniyah (BASE#80)
81. Husnul (BASE#81)
82. Diah Ayu Prameswati (BASE#82)
83. Suharnita (BASE#83)
84. Chitra Budi Artie (BASE#84)
85. Selly Putri Anugrah Eni S (BASE#85)
86. Dian Anisa Putri (BASE#86)
87. Umi Nur Fadhilah (BASE#87)
88. Yuniar Purnasuci (BASE#88)
89 . Nadya Puspalukitasari (BASE#89)
90. Dina Meiyana Sari (BASE#90)
91 Siti Ni'matus sholicha (BASE#91)
92. Maria Ulfah (BASE#92)
93. Winny Utami (BASE#93)
94. Shahnaz Adelia (BASE#94)
95. Nisa Silviani (BASE#95)
96. I.G.A Trisna Utami (BASE#96)
97. Winda Putri Hanesti (BASE#97)
98. Nixie Devina Rahmadiani (BASE#98)
99. Murniasih (BASE#99)
100. Chintya Cindy Putri (BASE#100)
101. Jeremia Kevin M (BASE#101)
102. Kartika Chandra Kosnandar (BASE#102)
103. Marchia Lika (BASE#103)
104. Puan Maharani (BASE#104)
105. Shabrina Rose Hapsari (BASE#105)
106. Ni Luh Putu Sulastini (BASE#106)
107. Shintiya Rahma (BASE#107)
108. Yenni Effendi (BASE#108)
109. Hanifah Azzahra (BASE#109)
110. Riza Eka Putri (BASE#110)
111. Priscillia Wiryandy (BASE#111)
112. Syahputra (BASE#112)
113. Amelia Jocelin (BASE#113)
114. Anggi Agustami Zen (BASE#114)
115. Agustiani Dwi Purbasari (BASE#115)
116. Kholifatus Sa'adah (BASE#116)
117. Ayu Aisyah Siregar (BASE#117)
118. Evriana Setiawati (BASE#118)
119. Alvinsyah Taufik Putra (BASE#119)
120 . Nida Khofiya (BASE#120)
121. Khadijah K (BASE#121)
122. Vindi Ledys Ihsanda (BASE#122)
123. Daviey Ratnasari (BASE#123)
124. Ujie Mustika Asri (BASE#124)
125. Eliza Nurlita Pasi (BASE#125)
126. Ricky Pramanta Tambunan (BASE#126)
127. Retno Pratiwi (BASE#127)
128. Ardian Indah Lestari (BASE#128)
129. Rahayu Erliati (BASE#129)
130. Fadli Zam Zami (BASE#130)
131. Lina Mala Sofia (BASE#131)
132. Nunung Angreani R (BASE#132)
133. Yogi Mesha (BASE#133)
134. Mia Kustiyanti (BASE#134)
135. Yuniarty Karimah (BASE#135)
136. Aulia Nisa Ahdin (BASE#136)
137. Aghnia Nur Azizah (BASE#137)
138. Frysilia Syanny (BASE#138)
139. Jemmy Apriandi Sinaga (BASE#139)
140. Felicia Tanzil (BASE#140)
141. Berly Dwikaryani (BASE#141)
142. Dian Cardiyawan (BASE#142)
143. Mellisa Primadana (BASE#143)
144. Earlene (BASE#144)
145. Lili Juliana Kusasih (BASE#145)
146. Putia Chairunnisa (BASE#146)
147. Zana Aprillia (BASE#147)
148. Shella Desica (BASE#148)
149. Rudi Agus Hermawan (BASE#149)
150. Fidya Furuhita (BASE#150)
151. Vonesa Devi Laswinia (BASE#151)
152. Robby Wijaya (BASE#152)
153. Dwi Setya Nofrela (BASE#153)
154. Ari Agustina (BASE#154)
155. Ema Lihdya Sari (BASE#155)
156. Jeany Ratna Purwatri (BASE#156)
157. Dzicky Rifqi Fuady (BASE#157)
158. Yudi Prasetyo (BASE#158)
159. Qusnul Syamsudin Dwi Saputro (BASE#159)
160. Afin Nur Latifa (BASE#160)
161. Vinny Dwi Melliny (BASE#161)
162. Vinna Inka Mellina (BASE#162)
163. Fitri Annisa Harahap (BASE#163)
164. Dimas Erik Sumilat (BASE#164)
165. Reza Rizky Firdaus (BASE#165)
166. Murniasih (BASE#166)
167. Hadiah Witarani Puspa (BASE#167)
168. Nungky Satrina Pangestu (BASE#168)
169. Sebastian Dwi Putra H (BASE#169)
170. Diana Putri (BASE#170)
171. Widya Prabawati Sudarmono (BASE#171)
172. Maria Angelina (BASE#172)
173. Christel Wungow (BASE#173)
174. Nourma Novita Sari (BASE#174)
175. Nurul Azzahra (BASE#175)
176. Angeline Reddytia Gunawan (BASE#176)
177. Fatimah Andiba (BASE#177)
178. Jira Huma (BASE#178)
179. Ndul Fadhilah (BASE#179)
180. Kinanti Rizky (BASE#180)
181. Ade Tri Putra Kadiaman (BASE#181)
182. Ayun Susi Rohmawati (BASE#182)
183. Lidya Anggrayani Nasir (BASE#183)
184. Nita Kurata A'Yunni (BASE#184)
185. Alfifha Zhafira Erwandha (BASE#185)
186. Mei Astrid Ardiani (BASE#186)
187. Mariam K Tunas (BASE#187)
188. Defilia Wandayati (BASE#188)
189. Rucita Alma Maulidya (BASE#189)
190. Andi Hana Mufidah Elmirasari (BASE#190)
191. Sevy Yani Munandar Natsir (BASE#191)
192. Stella Maria Payung (BASE#192)
193. Ulfa Novitasari (BASE#193)


Untuk yang ingin mendaftar BASE silakan kirimkan email ke infromasi_base@yahoo.com dengan format : NAMA LENGKAP * NAMA PANGGILAN * TEMPAT TANGGAL LAHIR * ALAMAT * NO HANDPHONE * NO TELEPON * EMAIL.




Segera Daftarkan Diri Anda !!!!



(Nb. Mohon Maaf Bila terjadi keterlamabatan pengupadatean)

Kerja Keras dan Optimis di Turnamen Super Series, Thomas-Uber dan Asian Games 2010

Memasuki tahun 2010 PBSI memiliki beberapa target penting yang diincar. Target paling dekat adalah kualifikasi Thomas-Uber Cup (TUC) 2010 yang akan dilaksanakan di Thailand, 21-28 Februari 2010 dan masih ada Asian Games 2010 di Guangzhou, 13-21 November. Selain tentunya rangkaian 12 turnamen kelas Super Series yang biasa diikuti atlet pelatnas.

“Yang paling utama dan dekat adalah lolos ke babak utama Piala Thomas-Uber. Melihat lawan-lawan yang mungkin kita hadapi, perjuangan untuk lolos tidak mudah,” kata Christian Hadinata, Kasubid Pelatnas PBSI. Di kualifikasi TUC, Cina dan Malaysia tidak akan ambil bagian. Kemudahan itu diperoleh Cina sebagai juara bertahan dan Malaysia yang ditunjuk jadi tuan rumah putaran final yang akan dimainkan di bulan Mei 2010. Tanpa dua negara tersebut, masih ada lawan berat seperti Korea, Jepang, Thailand, India atau Cina Taipeh.

“Untuk putri, melihat hasil di SEA Games lalu, mereka harus kerja keras lagi buat lolos. Sedang untuk putra, peluangnya lebih besar karena kekuatan kita relatif lebih baik,” lanjut Christian. Melihat kekuatan yang dimiliki pelatnas PBSI saat ini Christian mengakui Indonesia masih akan mengandalkan pemain senior untuk meraih prestasi. Termasuk di ajang Super Series ataupun multi event Asian Games.

“Secara keseluruhan, di tahun 2010 kita masih akan menggantungkan harapan pada pemain senior untuk meraih gelar juara. Sedangkan pemain muda atau pelapis kita harapkan bisa mengejar ketinggalan dari para pemain senior sehingga pada 2011 mereka sudah bisa siap untuk menggantikan posisi pemain senior yang mungkin sudah tidak bermain lagi,” jelas Christian.

Rencana ini juga sudah diungkapkan Ketua Umum PBSI, Djoko Santoso, ketika pembubaran tim SEA Games beberapa waktu lalu. Panglima TNI ini menyimpan optimisme pada perkembangan pemain muda lantaran para pemain pratama mulai menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan. Tahun lalu, ganda putra Rendy Sugiarto/Angga Pratama jadi juara Asia . “Ke depan, selain mengirimkan pemain senior, PBSI juga akan berusaha mematangkan pemain pelapis dengan mengirimkan mereka ke turnamen,” kata Djoko.

Jika dilihat pada tiap nomor, tunggal putra masih akan diperkuat Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso. Pada nomor ganda putra, jika Markis Kido/Hendra Setiawan jadi mundur dari pelatnas, maka harapan disematkan ke pundak Bona Septano/M. Ahsan dan Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki yang selama ini menjadi pelapis.

“Tanggung jawab kami makin berat karena Kido/Hendra keluar dari pelatnas, bukan pensiun. Artinya kami masih mungkin akan berhadapan dengan mereka di turnamen,” kata Ahsan.

Di tunggal putri, masih ada Maria Kristin dan Adriyanti Firdasari. Sedang di ganda putri bertumpu pada Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Shendy Puspa/Meiliana Jauhari. Pada nomor ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir diperkirakan masih bisa memberikan kontribusinya. Hanya saja, usia Nova yang sudah memasuki 33 tahun membuat dirinya tak lagi bisa terus menerus diturunkan di setiap turnamen. Di nomor ini pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah diharap sudah bisa beprestasi di Super Series. “Target kami di tahun ini paling tidak menjuarai satu turnamen Super Series. Kalau belum bisa akan kami kejar terus. Kalau dapat satu syukur, dan kami akan kejar yang berikutnya,” ujar Fran.

“Mau tak mau kita harus jeli memilih turnamen. Yang penting kualitas, bukan kuantitas. Lebih baik sedikit ikut turnamen tapi menghasilkan gelar juara daripada banyak ikut turnamen tapi tak pernah menjadi juara,” jelas Christian.

Untuk mencapai target yang tidak mudah ini PBSI berusaha melakukan perbaikan memasuki tahun 2010 ini. Salah satunya adalah dengan menarik pelatih PB Djarum, Agus Dwi Santoso, untuk menangani sektor tunggal putra. Sepeninggal Hendrawan yang mengundurkan diri usai turnamen Piala Sudirman Mei 2009, nomor bergengsi ini ditangani asisten pelatih Davis Efraim yang menjadi pelatih. Agus bukan orang asing di lingkungan pelatnas. Ketika meraih medali perak Olimpiade Sydney 2000, Hendrawan dilatih oleh Agus.

“Agus dipilih karena kami nilai paling kompeten. Kami berharap prestasi pemain di tunggal putra makin membaik setelah dia tangani,” kata Kabid Pembinaan dan Prestasi PBSI, Lius Pongoh. “Sekali lagi, di level Super Series, kami berharap pemain bisa meraih gelar lebih banyak dibanding tahun lalu. Lalu pemain pelapis yang dikirim ke turnamen Gold Gran Prix atau Grand Prix juga bisa meraih juara. Target lain adalah lolos kualifikasi Thomas-Uber, dan mempertahankan medali emas di Asian Games,” tegas Christian.

Sederet target yang penuh tantangan sudah terpampang di depan mata. Perlu kerja keras dan kerja sama dari segenap elemen bulutangkis agar Indonesia bisa kembali berjaya di level internasional. Begitu pula bagi pihak sponsor, PT. Djarum yang pada tahun 2010 ini akan terus mendukung penyelenggaraan kegiatan bulutangkis baik di level nasional maupun internasional. Sederet hadiah yang akan tingkatkan telah dipersiapkan Djarum untuk memacu prestasi dan memberikan penghargaan pada atlet bulutangkis Indonesia.

”Hingga saat ini kami masih terus berkoordinasi dan berpartisipasi langsung dengan PBSI untuk menjadikan penyelenggaraan Djarum Sirkuit Nasional dan Djarum Indonesia Open Super Series lebih baik dari tahun lalu dan tentunya didukung dengan peningkatan hadiah. Sementara PB Djarum pun terus akan menyumbang atlet-atlet terbaiknya untuk masuk pelatnas dan bertanding di kejuaraan Nasional dan Internaisonal. Semua adalah demi terciptanya prestasi Bulutangkis Indonesia yang lebih baik”, ujar pihak Djarum Yan Haryadi.

Bingung, PB Menunggu

Keputusan Menpora Andi Mallarangeng yang tetap menghidupkan Program Atlet Andalan (PAL) ternyata membuat bingung pengurus besar (PB) cabang olahraga. Meski bekali-kali dia menegaskan PAL berada di bawah kendali KONI, beberapa PB kebingungan mendaftarkan atletnya untuk mengikuti pemusatan latihan yang dijanjikan akan dimulai 1 Februari mendatang.

Kebingungan itu terjadi karena KONI telah meminta mereka mengumpulkan nama-nama atlet yang potensial masuk pelatnas. Pada saat bersamaan, PAL juga meminta atlet. Beberapa hari lalu KONI mengajak PB melakukan rapat koordinasi. Pada hari berikutnya, giliran PAL yang menggelar rapat bersama PB.

''Terus terang, saat ini kami ini dalam posisi bingung. KONI memanggil dan meminta nama, demikian pula PAL,'' kata Alamsyah Wijaya, sekretaris jenderal (Sekjen) PB PABBSI.

''Pertemuan dengan KONI maupun PAL sudah kami ikuti. Namun, kami masih bingung. Apalagi, rancangan konkretnya juga belum ada,'' tambah Wahyudi Hidayat, pelatih kepala balap sepeda.

Karena merasa bimbang dan bingung, mereka memilih me­nunggu. Mereka tidak ingin terjebak dalam dualisme.

Secara terpisah, Kabid Binpres KONI Mulyana juga tidak bisa memberikan jawaban tegas atas hal itu. ''Menpora sudah menegaskan bahwa tanggung jawab pelaksanaan persiapan kontingen berada di tangan KONI. Menpora sebagai pengarah. Jadi, semua sudah jelas,'' kata Mulyana.

Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu persiapan Indonesia ke Asian Games XVI/2010 yang diselenggarakan di Guangzhou November mendatang. Sebab, pelatnas sudah direncanakan pada 1 Februari nanti.

Flandy Masih Bertahan

Ganda campuran Flandy Limpele yang berpasangan dengan pemain Taiwan Cheng Wen Hsing masih bertahan lolos ke babak semifinal Korea Super Series, Jumat (15/01/2010).

Di babak perempatfinal, Jumat (15/01/2010), pasangan Flandy/Cheng membuat kejutan dengan menyingkirkan ganda campuran Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul. Flandy/Cheng menyingkirkan unggulan 4 tersebut dengan kemenangan 21-18 21-16 dalam 26 menit.

Di babak kedua, Kamis (14/01), pasangan gado-gado ini berhasil mengalahkan ganda Taiwan, Fang Chieh Min/Wang Pei Rong dengan kemenangan rubber game 11-21 21-15 21-11.

Di babak semifinal, Sabtu (16/01/2010), Flandy/Cheng akan bertemu ganda China, Tao Jiaming/Zhang Yawen. Ganda China ini maju ke semifinal setelah mengalahkan unggulan 7 asal Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl 21-12 21-15.

Di babak awal, Zhang/tao ini membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan pertama asal Korea Selatan, Lee Yong dae/Lee Hyo Jung.

10 Januari 2010

Mennegpora - Regenerasi Atlet Harus Seimbang

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora) Andi Mallarangeng mengimbau regenerasi atlet, terutama cabang bulu tangkis, harus seimbang. Dengan demikian, tradisi emas pada event internasional bisa tetap terjaga."Ketika senior tidak dalam posisi puncak, maka pelapisnya sudah siap. Tidak seperti saat ini," katanya di sela kunjungan ke markas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Cipayung Jakarta Timur, Sabtu (9/1/2010).Menurut dia, jika regenerasi atlet terlambat maka peluang untuk mempertahankan tradisi emas pada event SEA Games, Asian Games ataupun olimpiade akan lebih berat.Saat ini, kata dia, atlet-atlet muda dari luar negeri terus bermunculan. Untuk itu, perlu secepatnya Indonesia mengkutinya agar tidak tertinggal."Seperti di SEA Games Laos lalu. Banyak pemain muda luar bermunculan. Itu harus diwaspadai," jelasnya.Ia menambahkan, dengan adanya evaluasi internal diharapkan secepatnya mampu memberikan soluasi agar pembinaan maupun regenerasi bulu tangkis berjalan efektif."Pelapis sangat diperlukan, bukan hanya bulu tangkis saja, namun seluruh cabang olahraga yang lain," katanya.Ditanya banyaknya pemain bulu tangkis unggulan yang berlatih di luar pelatnas, mantan juru bicara presiden itu tidak mempermasalahkan, asal masih dalam pemantauan."Kita akan mengintegrasikan antara yang berlatih di pelatnas maupun yang di luar. Yang jelas mereka harus mempertahankan kondisinya agar siap diterjunkan pada event-event internasional," katanya.Atlet unggulan yang saat ini berlatih di luar Pelatnas Cipayung di antaranya adalah Taufik Hidayat. Sedangkan yang bertahan di pelatnas, di antaranya Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso ataupun Maria Kristin Yulianti.Tim bulu tangkis Indonesia setelah bertanding di SEA Games akan dipersiapkan untuk beberapa pertandingan internasional. Selain itu, disiapkan untuk Asian Games di Guangzhou China dan olimpiade.